Tampilkan postingan dengan label Phsycology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Phsycology. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2009

Salary Papa HOW?

As always Andrew, Head of Branch in a leading private company in Jakarta, arrived in his home at 9 pm. Not as usual, Sarah, son of the first new class to sit in three elementary school opens the door for him. It appears that he has been waiting long enough.

"Kok, has not slept?" Andrew, while I kiss her son. Sarah is usually already lelap when he went home and awake when he will go to the office the morning.

Papa heel while the room toward the family, Sarah said, "I come home Papa nunggu. For I want to ask," How do salaries Papa? "," Tumben Lho, kok get salary Papa? How have more money, yes? "," Ah, enggak. Pengen know aja "Sarah said short. "Okay. You can own countdown.
Papa worked every day for about 10 hours and are paid Rp. 400.000, -. Each month the average is calculated based on 22 working days. Saturday and Sunday off, sometimes Saturday Papa still overtime. So, Papa salary in one month how many, come? "

Sarah ran pensilnya and take the paper from the desk study Papanya while removing shoes and light television. When Andrew go to the room to change clothes, Sarah ran to follow them. "What a day Papa paid Rp. 400.000, - for 10 hours, one hour means Papa stipendiary Rp. 40.000, - dong" he said.

"Wah, pinter you. Already, it is washing feet, sleep" command Andrew. But Sarah does not go. While witnessing Papanya changed clothes, Sarah again asked, "Papa, I can borrow money Rp. 5000, - enggak?"

"It is, I kind of need more. Why ask for money night like this? Papa tired. And like a bath first. Tidurlah".

"But Papa ..." Andrew Patience is exhausted. "Papa is sleeping!" Sarah hardiknya surprising. Children that is turned to the rooms.

After bathing, Andrew appears to regret hardiknya. He also peek Sarah sleep in the room. Children kesayangannya is not sleeping. Sarah found sob are slowly while holding the money Rp. 15.000, - in his hand.

While lying and stroke the head of a small kid, Andrew said, "sorry Papa, Nak, Papa for my Sarah. But what a canvas nights like this? If you want to buy toys, I can tomorrow. Isn'T Rp. 5000, - more Papa's love that is "Andrew's

"Papa, I enggak canvas. I just borrow. Later when I return is to save more of pocket money during this week." "lya, yes, but for what?" Andrew get soft.
"I am waiting for Papa's at 8. I want to get snake Papa main stairs. Puluh Three minutes aja. Mama often says what the time Papa was very valuable. So, I want to change the time Papa. Tabunganku I open, there is only Rp. 15.000, -- Papa says, but because one day Papa paid Rp. 40.000, - then a half hour I have to replace Rp. 20.000, -. But less money tabunganku Rp. 5000, therefore I would like to borrow from Papa "said Sarah plain.

Andrew was silent. he lost the words. Dipeluknya small kid that freeze with the feeling
haru. He realized a new, apparently limpahan property which he gave for this, not enough to
"buy" their child's happiness.

Minggu, 27 April 2008

Kecerdasan Itrapersonal

Tidak selalu mudah menentukan pilihan bidang usaha
yang tepat, yang sesuai dengan kemampuan, bakat, minat,
talenta, dan potensi Anda. Sebab semua hal itu harus dapat
dikaitkan dengan kebutuhan pasar yang nyata, suatu hal
yang memerlukan kemampuan berempati, menyadari
perasaan, kebutuhan, dan kepentingan orang lain.

Kesulitan pertama yang muncul ketika seseorang memutuskan untuk menjadi wirausaha adalah mendapatkan peluang usaha yang cocok, yang sesuai dengan situasi dirinya, atau mendapatkan ide-ide yang dapat dikembangkan menjadi suatu usaha nyata. Ada dua hal yang penting disini : kecakapan pribadi dan kecakapan sosial.Kecakapan pribadi menyangkut soal bagaimana kita mengelola diri sendiri. Tiga unsur yang terpenting untuk menilai kecakapan pribadi seseorang adalah: pertama, kesadaran diri. Ini menyangkut kemampuan mengenali emosi diri sendiri dan efeknya, mengetahui kekuatan dan batas-batas diri sendiri, dan keyakinan tentang harga diri dan kemampuan sendiri atau percaya diri. Kedua, pengaturan diri. Ini menyangkut kemampuan mengelola emosi-mosi dan desakan-desakan yang merusak, memelihara norma kejujuran dan integritas, bertanggung jawab atas kinerja pribadi, keluwesan dalam menghadapi perubahan, dan mudah menerima atau terbuka terhadap gagasan, pendekatan dan informasi-informasi baru. Dan ketiga, motivasi. Ini menyangkut dorongan prestasi untuk menjadi lebih baik, komitmen, inisiatif untuk memanfaatkan kesempatan, dan optimisme dalam menghadapi halangan dan kegagalan.

Kecakapan sosial menyangkut soal bagaimana kita menangani suatu hubungan. Dua unsur terpenting untuk menilai kecakapan sosial seseorang adalah: pertama, empati. Ini menyangkut kemampuan untuk memahami orang lain, perspektif orang lain, dan berminat terhadap kepentingan orang lain. Juga kemampuan mengantisipasi, mengenali, dan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan. Mengatasi keragaman dalam membina pergaulan, mengembangkan orang lain, dan kemampuan membaca arus-arus emosi sebuah kelompok dan hubungannya dengan kekuasaan, juga tercakup didalamnya. Kedua, keterampilan sosial. Termasuk dalam hal ini adalah taktik-taktik untuk meyakinkan orang (persuasi), berkomunikasi secara jelas dan meyakinkan, membangkitkan inspirasi dan memandu kelompok, memulai dan mengelola perubahan, bernegosiasi dan mengatasi silang pendapat, bekerja sama untuk tujuan bersama, dan menciptakan sinergi kelompok dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

Dengan kata lain keberhasilan menjadi wirausaha itu berkaitan erat dengan kecerdasan dan kecakapan emosi seseorang, suatu hal yang banyak diuraikan Daniel Goleman dalam karya-karyanya. Atau sekurang-kurangnya kita dapat mengatakan bahwa untuk menjadi wirausaha sukses diperlukan kecerdasan intrapersonal (kecakapan pribadi) dan kecerdasan interpersonal (kecakapan sosial).

Bahwa kecerdasan intrapersonal atau kecakapan pribadi merupakan hal penting dalam memilih bidang usaha nampak jelas dari pengalaman dan keberhasilan pada digital entrepreneur seperti Steve Jobs (Apple), Bill Gates (Microsoft), Michael Dell (Dell Computers), Jeff Bezos (Amazon.com), Sabeer Bathia (Hotmail.com), Abdul Rahman dan Budiono Darsono (Detik.com), John Tumiwa dan Jerry (AsiaGateway.com), Adi (Indomall.or.id), Wiro dan Korpin (Datakencana.com), dan Hardi (Indomall.com). mereka semua memilih bisnis di alam maya sebagai pengembangan dari kesenangan atau hobi "bergaul" dengan komputer. Juga terlihat dalam kisah sukses kolektor sepatu eksklusif Linda Chandra yang memilih usaha sesuai hobinya sejak kecil itu. Nilasari dan Theresia Juliaty berhasil mengembangkan hobi memasak kue menjadi bisnis yang menguntungkan. Riyanto Tosin dan Iwan Gayo menyenangi bidang pendidikan dan sukses dalam usaha menulis, menerjemahkan dan menerbitkan buku-buku pendidikan. Dale Carnegie menjadi kesohor karena kesenangannya menulis dan mengajar dikelola menjadi buku laris How To Win Friend and Influence People, How To Stop Worrying and Start Living, dan mendirikan Dale Carnegie Training. Stephen Covey menjadi terkemuka karena berhasil mengolah kesenangannya melakukan studi pustaka dan merajutnya menjadi karya-karya besar yang menggoncang dunia, The 7 Habits of Highly Effective People, The 7 Habits of Higly Effective Family, Living The 7 Habits, Principle-Centered Leadership, dan mendirikan Covey Leadership Center.

Jadi langkah pertama dalam memilih bidang usaha adalah menemukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti :
o Apakah Anda mengenali emosi-emosi diri dan dampak yang ditimbulkannya dalam diri Anda? Apa yang membuat Anda senang, gembira, atau sedih?
o Apakah Anda mengetahui kekuatan-kekuatan pribadi Anda, bakat, talenta, pengetahuan, dan keterampilan yang telah Anda kembangkan serta batas-batasnya?
o Dalam hal apa Anda memiliki keyakinan tentang harga diri dan kemampuan sendiri (percaya diri)?
o Seberapa jauh Anda mampu mengendalikan diri dalam mengelola desakan-desakan hati yang merusak?
o Apakah Anda memiliki sifat dapat dipercaya, jujur dan menunjukkan integritas?
o Seberapa jauh Anda merasa bertanggung jawab atas hasil-hasil yang Anda peroleh selama ini (kinerja pribadi)?
o Apakah Anda menunjukkan keluwesan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang tak terhindarkan?
o Apakah Anda terbuka dan menerima pendapat, gagasan, dan informasi-informasi baru untuk berinovasi?
o Seberapa jauh Anda memiliki dorongan yang kuat untuk maju, meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup Anda?
o Seberapa jauh Anda mampu menyesuaikan diri dengan kelompok?
o Seberapa jauh Anda mempersiapkan diri untuk mengambil atau memanfaatkan kesempatan?
o Seberapa gigih Anda menghadapi halangan dan kegagalan dalam mencapai cita-cita pribadi Anda?

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan tingkat kecerdasan intrapersonal atau kecakapan pribadi seseorang. Tetapi untuk menjadi wirausaha kita tidak dapat berhenti sampai disitu. Sebab diperlukan kecerdasan interpersonal atau kecakapan sosial untuk melengkapinya. Dalam hal ini kecerdasan intrapersonal menjadi fondasi dari kecerdasan interpersonal, kecakapan pribadi merupakan landasan untuk mengembangkan kecakapan sosial, etika karakter menjadi tumpuan etika kepribadian. Itulah yang ditunjukkan oleh kisah-kisah wirausaha sukses tersebut di atas.

Bill Gates tahu betul bahwa ia cerdas dalam menyusun program-program komputer (software). Tapi hal itu tidak cukup untuk menjadi wirausaha. Ia juga harus memahami keinginan, kebutuhan, dan kepentingan pasar global terhadap teknologi komunikasi informasi yang mudah dipahami (user friendly). Kemampuannya berempati dengan keinginan, kebutuhan, dan kepentingan orang lain itulah yang membuat Microsoft selalu menawarkan produk-produk yang relatif mudah dipergunakan untuk berbagai kepentingan konsumennya.

Michael Dell sadar sekali bahwa sejak usia remaja ia menyukai metode pemasaran langsung ke pelanggan (end users), tanpa perantara. Dan ia belajar sungguh-sungguh untuk memanfaatkan teknologi komputer sekaligus sebagai sarana memasarkan secara langsung (direct marketing). Sebab hal ini dapat menekan biaya, sehingga konsumen diuntungkan. Pemasaran langsung juga memungkinkan Dell menjalin hubungan yang erat untuk mendapatkan masukan atau bahkan melibatkan konsumen dalam proses inovasi produk-produknya (relationship marketing). Ada pemahaman yang kuat mengenai kebutuhan, keinginan, dan kepentingan konsumen yang dilayaninya. Ada minat yang kuat untuk berempati dan menawarkan solusi yang saling menguntungkan (win win solution).

Budiono Darsono sadar betul bahwa ia mahir dalam menjalankan fungsi sebagai redaktur media cetak. Pengalamannya di majalah TEMPO dan tabloid DeTik, misalnya, menunjukkan bakat-bakatnya yang terbaik. Masalahnya ia melihat adanya kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pembaca media di Indonesia untuk mendapatkan berita aktual sedini mungkin. Soalnya adalah bagaimana memuat berita tentang peristiwa penting yang terjadi hingga pukul enam sore, agar dapat diketahui pembaca pada pukul delapan malam, hari yang sama (sementara media cetak baru muncul esok pagi). Jawabnya adalah membuat media online di internet. Maka dengan modal nekad dan uang 30-an juta rupiah (sementara untuk mendirikan media cetak diperlukan investasi miliaran rupiah) lahirlah situs Detik.com. Bahkan mulai Februari 2000 Detik.com dikembangkan menjadi bisnis portal dan bukan sekadar media digital.

Dalam bentuknya yang populer, kecerdasan interpersonal dan kecakapan sosial ini umumnya di subkontrakkan menjadi apa yang galib disebut survei dan riset pasar. Intinya sama, yakni mengetahui keinginan, kebutuhan, dan persepsi segmen pasar yang ingin dibidik dan mengkaji kemungkinan menangguk keuntungan dari segmen pasar tersebut.

Jadi, bagaimana memilih bidang usaha yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan kemampuan pribadi Anda? Pertama, gunakanlah kecerdasan intrapersonal dan kecakapan pribadi Anda. Untuk itu pakailah pertanyaan-pertanyaan sebelumnya sebagai bahan refleksi, melakukan perjalanan ke dalam diri Anda sendiri. Hal ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi (atau kelompok), tak bisa digantikan oleh siapapun juga. Ketahuilah secara pasti apa produk atau jasa yang dapat Anda tawarkan kepada orang lain (sebagai solusi terhadap masalah tertentu), yang sesuai dengan minat, bakat, talenta, dan hobi Anda.

Kedua, gunakanlah kecerdasan interpersonal dan kecakapan sosial Anda untuk berempati, memahami kebutuhan, keinginan, kepentingan, dan permasalahan segmen pasar tertentu. Sepanjang dimungkinkan, lakukan survei dan riset pasar. Kalau modal usaha Anda memadai subkontrakkan hal ini pada para ahlinya. Kalau modal usaha Anda pas-pasan, lakukan saja sendiri. Kunjungi pasar-pasar tradisional dan modern, hadiri pameran-pameran, wawancarai orang-orang yang menurut Anda memahami hal yang ingin Anda ketahui, dan seterusnya.Selanjutnya, apakah bidang usaha yang Anda pilih itu masih memberikan peluang bisnis yang sesuai dengan harapan?

Minggu, 23 Maret 2008

Discipline Children

Ten Wrong To disciplne Children
Dalam dunia yang ideal, orang tua mempunyai kesabaran, toleransi, pengertian, fleksibilitas dan energi yang tak terbatas dalam membimbing anak. Tapi tak ada seorang pun yang sempurna.Kadang kala, seorang ayah harus belajar menjadi ayah yang baik seumur hidupnya. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang dibuat seorang ayah ketika mendisiplinkan anaknya.
1. Membentak atau Berteriak.Membentak mungkin cara yang efektif untuk membuat anak menurut, namun anak yang sering mendapat bentakan akan belajar bicara dengan nada serupa. Anak akan tumbuh menjadi kasar. Tanya diri Anda sendiri, sukakah Anda dibentak?Ketika Anda marah, usahakan jangan bertindak apa-apa dulu, ambil napas dan berjalan-jalan sebentar di teras. Lebih baik menyimpan teriakan Anda hanya untuk keadaan darurat.
2. Menuntut Tindakan Segera.Orang tidak akan merespon dengan baik perintah seperti “Cepat kerjakan!”, atau “Sekarang juga!” karena tidak menunjukkan penghargaan. Lebih baik jika Anda meminta dengan halus tapi tegas.
3. Mengomel.Omelan sering muncul dari mulut orang tua yang mencoba tetap sabar. Mereka tidak ingin marah tapi berusaha menuntut anak melakukan perintahnya. Lebih baik, Anda memberi batasan waktu, beri peringatan jikan anak membandel, dan berikan hukuman jika anak tidak mengerjakan apa yang menjdi tugasnya. Misalnya, tidak boleh bermain game sebelum membereskan kamar tidurnya.
4. Menggurui.Orang tidak begitu tertarik mendengar pembicaraan satu arah, tanpa interaksi. Menggurui anak kadang tidak menunjukkan permasalah sebenarnya. Misalnya, anak yang selalu telat mengerjakan PR malah diceramahi soal pentingnya pendidikan, bukan soal kegunaan mengerjakan PR dan keterlambatan anak mengerjakannya.
5. Memaksa.Ini termasuk penggunaan tekanan fisik agar anak menurut. Misalnya, menyeret dia ke dokter gigi. Tanyakan kenapa dia menolak atau takut dan beri penjelasan kenapa dia harus menuruti Anda. Ini akan membantu anak menjelaskan perasaannya.
6. Marah berlebihan.Bereaksi atau marah berlebihan akan melukai perasaan anak dan membuatnya bingung. Jika Anda terlanjur marah besar kepada anak, katakana maaf dan beri dia penjelasan. Dengan begitu, anak akan belajar tentang perasaan dan mengerti manusia bisa berbuat keliru.
7. Meremehkan atau memberi cap.Tanpa sadar, orang tua sering meremehkan atau membuat malu anak. Tindakan ini dapat membuatnya kurang percaya diri dan merasa tidak aman. Contohnya, “Kamu ini sudah besar kok masih seperti bayi?” atau “Papa tidak akan pulang kalau kamu masih nakal”.Hati-hati dengan kata-kata Anda, usahakan selalu memberi peringatan positif. Memberi cap, gelar, atau panggilan buruk berdampak tak baik bagi anak. Jangan pernah memanggil anak dengan kata-kata seperti, “monyet”, “kurus”, “gendut”, atau “hitam”.
8. Menjebak.Orang tua yang cenderung menghukum sering berusaha menangkap kebohongan anak dan menunjukkan buktinya dengan mencecar seperti pengacara di pengadilan. Lebih baik berkata langsung dengan bukti yang ada dan minta penjelasan.
9. Mencari Kambing Hitam.Orang tua kadang menyalahkan anak atas situasi yang dialaminya. Contohnya, “Kenapa sih kamu selalu membuat papa marah?” atau “ Papa bekerja keras untukmu, dan sekarang kamu …” ini akan membuat anak merasa bertanggung jawab terhadap semua masalah di dunia ini.
10. Hukuman Fisik.Mendisiplinkan anak tak mungkin diperoleh dengan hukuman fisik yang keras. Anak akan menjadi kasar dan tidak hormat. Hubungan ayah dan anak bisa rusak. Lebih baik Anda merenung, apakah Anda senang diperlakukan seperti itu sewaktu kecil? Humanhealth)
http://www.ditplb.or.id/2006/index.php?menu=profile&pro=279

Taxonomy bloom


What Is Bloom's Taxonomy?
(taxonomy = classification)
The taxonomy was proposed in 1956 by Benjamin Bloom, an educational psychologist at the University of Chicago.
Bloom's Taxonomy divides educational objectives into three "domains:" Affective, Psychomotor, and Cognitive.
Within each domain are different levels of learning, with higher levels considered more complex and closer to complete mastery of the subject matter.
A goal of Bloom's Taxonomy is to motivate educators to focus on all three domains, creating a more holistic form of education.
The diagram above illustrates the cognitive process dimension of the revised version of Bloom's taxonomy in the cognitive domain (Anderson & Krathwohl, 2001).
.
It depicts the belief that remembering is a prerequisite for understanding and that understanding is a prerequisite for application.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. New York, USA: